Kamis, 01-10-2026
  • Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Isi kemerdekaan dengan rajin belajar, saling menghargai, menjaga persatuan, dan terus berkarya. Jadilah generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan membanggakan bangsaDirgahayu Republik Indonesia ke-81, Isi kemerdekaan dengan rajin belajar, saling menghargai, menjaga persatuan, dan terus berkarya. Jadilah generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan membanggakan bangsaDirgahayu Republik Indonesia ke-81, Isi kemerdekaan dengan rajin belajar, saling menghargai, menjaga persatuan, dan terus berkarya. Jadilah generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan membanggakan bangsa
  • Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Isi kemerdekaan dengan rajin belajar, saling menghargai, menjaga persatuan, dan terus berkarya. Jadilah generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan membanggakan bangsaDirgahayu Republik Indonesia ke-81, Isi kemerdekaan dengan rajin belajar, saling menghargai, menjaga persatuan, dan terus berkarya. Jadilah generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan membanggakan bangsaDirgahayu Republik Indonesia ke-81, Isi kemerdekaan dengan rajin belajar, saling menghargai, menjaga persatuan, dan terus berkarya. Jadilah generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan membanggakan bangsa

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Meneguhkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sekolah

Diterbitkan : - Kategori : Artikel / Lain - lain / Pendidikan

KESAKTIAN PANCASILA 30 OKTOBER 2026Talun, 30 Oktober 2026 — Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilaksanakan dengan penuh khidmat. Bertindak sebagai pembina upacara, Puput Handayani, S.Pd., menyampaikan amanat tentang pentingnya memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah.

Dalam amanatnya, Puput Handayani, S.Pd. menyampaikan bahwa peringatan Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan sejarah bangsa Indonesia dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Pada masa terjadinya peristiwa yang mengancam keutuhan ideologi bangsa, terdapat upaya untuk mengganti Pancasila. Namun, berkat keteguhan hati, keberanian, dan perjuangan para pahlawan yang rela mempertaruhkan jiwa dan raga demi mempertahankan bangsa dan negara, Pancasila tetap berdiri kokoh hingga saat ini.

Keteguhan tersebut menjadi salah satu alasan Pancasila disebut sebagai Pancasila Yang Sakti, karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mampu menjadi landasan dan pemersatu bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa makna Kesaktian Pancasila tidak hanya berkaitan dengan peristiwa sejarah, tetapi juga bagaimana setiap warga negara mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat penting untuk menanamkan dan membiasakan pengamalan kelima sila tersebut.

Pengamalan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, dapat diwujudkan dengan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing serta menghormati teman yang memiliki keyakinan berbeda. Sikap saling menghargai dan memberikan kebebasan kepada orang lain untuk menjalankan ibadah merupakan bagian dari kehidupan sekolah yang mencerminkan nilai toleransi.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dapat diterapkan melalui sikap saling menghormati, membantu teman yang mengalami kesulitan, tidak melakukan perundungan, serta memperlakukan seluruh warga sekolah dengan baik dan adil.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, tercermin dalam kebersamaan seluruh warga sekolah. Perbedaan suku, agama, karakter, maupun latar belakang bukan menjadi penghalang untuk bekerja sama. Mengikuti upacara dengan tertib, menjaga nama baik sekolah, serta menciptakan lingkungan sekolah yang rukun merupakan bentuk nyata menjaga persatuan.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dapat diterapkan melalui kebiasaan bermusyawarah dalam menyelesaikan permasalahan. Siswa juga dapat belajar menyampaikan pendapat dengan santun, mendengarkan pendapat orang lain, dan menerima hasil keputusan bersama dengan penuh tanggung jawab.

Sementara itu, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dapat diwujudkan dengan bersikap adil kepada teman, tidak membeda-bedakan orang lain, melaksanakan kewajiban sebagai siswa, serta memberikan kesempatan yang sama kepada setiap warga sekolah untuk belajar dan berkembang.

Melalui pengamalan kelima sila tersebut, Pancasila tidak hanya menjadi hafalan, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak. Pancasila harus diamalkan setiap hari, mulai dari hal-hal sederhana di lingkungan sekolah, seperti menghormati guru, menghargai teman, menjaga kebersihan, menaati tata tertib, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap tugas.

Upacara peringatan Kesaktian Pancasila ini juga menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada peserta didik yang berprestasi. Pemberian penghargaan merupakan bentuk apresiasi sekolah atas kerja keras, kedisiplinan, semangat, dan prestasi yang telah diraih. Diharapkan penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi peserta didik sekaligus memberikan inspirasi kepada seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi.

Peringatan Kesaktian Pancasila pada akhirnya bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah bahwa mempertahankan Pancasila dapat dimulai dari tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, generasi muda diharapkan mampu menjadi pribadi yang berkarakter, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, menjunjung persatuan, dan memiliki semangat untuk membangun bangsa.

Pancasila akan tetap kokoh apabila nilai-nilainya tidak hanya diucapkan, tetapi juga dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan