Talun, 29 September 2026 — UPT SMP Negeri 1 Talun menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) dengan tema “Penguatan Motivasi Guru dan Pengembangan Strategi Pembelajaran untuk Membangun Pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menyenangkan.” Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan motivasi, kompetensi, dan kreativitas guru dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Kegiatan IHT menghadirkan Ni’mah Faadlilah, S.Pd., sebagai narasumber. Narasumber memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang pendidikan dan teknologi pembelajaran, di antaranya sebagai Awardee Beasiswa Microcredential CS50x Indonesia–Harvard University, Teaching Fellow CS50x Indonesia–Harvard University, fasilitator Bimtek Informatika Kemendikdasmen, narasumber Bimtek Koding dan Kecerdasan Artifisial, serta terlibat dalam pengembangan materi dan penilaian bahan pembelajaran Kemendikdasmen.
Dalam kegiatan tersebut, guru diajak untuk kembali merefleksikan makna dan alasan memilih profesi sebagai pendidik. Menjadi guru tidak hanya berkaitan dengan menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang mampu membantu peserta didik berkembang sesuai dengan tantangan dan karakteristik zamannya.
Salah satu materi yang dibahas adalah penguatan motivasi guru melalui konsep Self-Determination Theory (SDT) yang dikembangkan oleh Deci dan Ryan. Dalam konteks pendidikan, terdapat tiga kebutuhan psikologis yang penting, yaitu autonomy, competence, dan relatedness. Guru perlu memiliki ruang untuk berkreasi, merasa kompeten dalam menjalankan tugasnya, serta mendapatkan dukungan dan kesempatan untuk berkolaborasi dengan rekan sejawat.
Selanjutnya, peserta IHT diajak memahami konsep Pembelajaran Mendalam. Pembelajaran mendalam tidak berarti memberikan materi, tugas, atau soal yang semakin banyak dan sulit. Lebih dari itu, pembelajaran diarahkan agar peserta didik dapat belajar secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengalaman belajar yang holistik.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Guru diperkenalkan pada berbagai platform dan media digital yang dapat digunakan untuk memperkaya pembelajaran, seperti Wordwall, Kahoot!, PhET Interactive Simulations, Google Earth, Ruang Murid, Scratch/Blockly, serta berbagai aplikasi papan tulis digital.
Pemanfaatan teknologi tersebut disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran. Misalnya, PhET dapat digunakan untuk membantu peserta didik memvisualisasikan konsep Matematika dan IPA, Wordwall untuk aktivitas interaktif Bahasa Jawa maupun Pendidikan Agama, Kahoot! untuk kuis Bahasa Indonesia, serta Scratch atau Blockly untuk pembelajaran Informatika.
Dalam sesi praktik, guru juga diajak untuk mengubah pembelajaran biasa menjadi aktivitas yang lebih aktif, kontekstual, kolaboratif, dan menyenangkan. Teknologi tidak ditempatkan sebagai tujuan utama, tetapi sebagai sarana untuk membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui kegiatan IHT ini, diharapkan para guru UPT SMP Negeri 1 Talun semakin termotivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan berkolaborasi dalam mengembangkan pembelajaran. Dengan demikian, proses pembelajaran di sekolah tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu membangun pengalaman belajar yang berkesan dan mendukung perkembangan peserta didik secara utuh.
Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, “Guru yang baik tidak hanya mengajarkan materi. Guru menciptakan pengalaman belajar.” Pesan ini menjadi pengingat bahwa ketika guru menemukan kembali makna dalam profesinya, energi dan motivasi tersebut dapat hadir dalam cara guru mendampingi peserta didik untuk belajar dan berkembang.

Beri Komentar