Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif
Oleh: Yunik Pujiastuti
Calon Guru Penggerak Angkatan 8
Dari UPT SMPN 1 Talun Kabupaten Blitar
Sekolah hendaknya menjadi tempat yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi murid untuk menumbuhkan kekuatan kodratnya. Hal ini sejalan dengan filosofi pendidkan KI Hajar Dewantara bahwa pendiidkan harus berpihak pada murid dengan memerdekakan murid untuk belajar sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Untuk mewujudkan hal tersebut maka bisa dilakukan dengan menumbuhkan budaya positif di sekolah. Budaya positif disekolah dapat dibangun dengan membentuk keyakinan kelas dan menerapkan segitiga restitusi.
Salah tujuan nasional adalah adalah mewujudkan profil pelajar pancasila. Profil pelajar Pancasila merupakan sejumlah karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk diraih oleh peserta didik, yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila.
Sebagai pelajar Indonesia, harus memahami berbagai nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Seperti diketahui, Pancasila adalah ideologi serta dasar negara Indonesia.
Sejalan dengan tujuan profil pelajar Pancasila tentunya sekolah adalah salah satu harapan besar untuk menciptakan generasi yang akan datang. Tentu usaha dan pembiasaan di sekolah harus mendukung penuh pencapaian itu. Salah satunya yaitu siswa harus memiliki budaya yang positif dan itu diterapkan sejak dini.
Budaya yang positif akan tercapai jika semua warga sekolah mendukung budaya itu. Namun pada saat ini masih kita jumpai sosok guru yang belum menerapkan budaya positif salah satunya ditandai dengan menangani permasalah siswa berposisi sebagai penghukum di kelas. Sehingga guru menjadi sosok menakutkan yang membuat siswa melakukan hal benar bukan karena mereka merasa harus melakukan itu dari dalam hati, namun lebih pada karena terpaksa dan takut dihukum jika melakukan sebuah kesalahan.
Tak hanya itu, masih ditemui murid yang mematuhi aturan hanya karena terpaksa. Jika tidak ada guru disekitar mereka, mereka akan lupa dan melanggar kesepakatan kelas/aturan kelas. Dengan latar belakang itulah maka kami sebagai calon guru penggerak melakukan aksi nyata berbagi pada teman sejawat modul 1.4 “Budaya Positif”.
Terkait dengan kapan pelaksanaan dan tempat kegiatan serta sarana prasarana yang dibutuhkan.

Diskusi dengan rekan sejawat didampingi Bapak kepala Sekolah untuk membentuk tim guna memperlancar kegiatan berbagi praktik baik budaya positif.



Pelaksanaan aksi nyata dilaksanakan pada :
Dari Kegiatan aksi nyata yang telah saya lakukan ternyata banyak rekan-rekan saya yang baru memahami tentang adanya perubahan paradigma pembelajaran yang bersumber pada nilai-nilai atau ajaran filosofis pendidikan menurut KHD. Banyak hal baru yang dapat mereka pelajari dari kegiatan berbagi praktik baik modul budaya positif. Rekan-rekan jadi lebih memahami tentang teori motivasi, disiplin positif, Kebutuhan dasar manusia, posisi kontrol seorang guru, pentingnya keyakinan kelas, dan segitiga restitusi yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan murid. Besar harapan saya setelah rekan-rekan mengikuti kegiatan ini ada perubahan yang positif yang nantinya akan bisa menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, dan menyenangkan serta pembelajaran yang berpihak pada murid.
Secara lengkap ada di link you tube berikut https://youtu.be/tLZdxGcSjQA




Beri Komentar